Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-24 13:28:31
Oleh : RICKY PRAFITRA IQBAL (NIM 13100084), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007
Emisi hidrokarbon (HC) merupakan salah satu dampak negatif pengoperasian motor bakar torak. Semakin berkembangnya pemanfaatan motor bakar torak dalam berbagai aspek kehidupan manusia berdampak pada meningkatnya jumlah emisi HC yang dihasilkan.
Secara teknis, adanya emisi HC merepresentasikan tidak efisiennya proses pembakaran yang terjadi pada motor bakar torak. Hal tersebut disebabkan oleh tidak terbakarnya sebagian bahan bakar pada reaksi pembakaran. Sejumlah bahan bakar yang tidak terbakar tersebut kemudian akan terbuang dalam bentuk konsentrasi hirokarbon pada gas buang. Akibatnya, untuk sejumlah bahan bakar yang dimasukkan ke motor, besarnya daya poros yang dapat dimanfaatkan menjadi tidak optimal.
Terkait dengan aspek lingkungan dan kesehatan, emisi HC diketahui berdampak buruk pada manusia karena merupakan zat yang bersifat karsinogen (menyebabkan kanker). Oleh sebab itu, Reduksi emisi HC merupakan hal yang penting untuk dilakukan, karena akan memperbaiki karakteristik motor bakar torak, baik pada sisi prestasi, maupun pada sisi interaksinya dengan alam dan manusia.
Salah satu metode yang sudah dikenal luas dalam konteks reduksi emisi HC adalah penginjeksian udara ke dalam saluran buang yang dikenal dengn istilah secondary air injection (SAI), yaitu suatu sistem dimana udara di injeksikan ke dalam gas buang untuk mereaksikan kembali emisi HC menjadi H2O dan CO2. Pada tugas akhir ini, akan diteliti pengaruh penggunaan SAI dalam mereduksi emisi HC pada motor bensin dalam berbagai kondisi pengoperasian. Pada akhirnya, penelitian ini bertujuan untuk mencari jumlah optimal tekanan injeksi SAI yang efektif untuk mereduksi akumulasi emisi HC yang dihasilkan.
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat diperoleh hasil terbaik dalam menentukan jenis SAI yang sesuai dan besarnya tekana SAI yang diberikan, sehingga besarnya konsentrasi hidrokarbon yang dihasilkan pada berbagai kondisi pengoperasian dapat seminimal mungkin.
sumber : digilib.itb.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar