Irfan Rynaldi
Senin, 01 Desember 2014
Selasa, 11 November 2014
Frasa Frasa Baru
- stoikiometri
- signifikan
- Analisis
- komposit
- Flowabilitas
- Kerosene
- Nilai viskositas
- Prototype
- Pipe line
- Probability of failure
- konfigurasi
- koefisien
- weld nugget
- Probabilistik
- Geohazard
- gas porpulasi
- fixture
- Metalugri
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN INJECTOR TESTING RIG
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-04 14:13:08
Oleh : SATYA ADI PRADANA (NIM 13102041), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007
Penggunaan sistem penyemprotan bahan bakar dalam memenuhi Standar Emisi Euro 2 menuntut bahan bakar yang memenuhi spesifikasi Kategori 2 World Wide Fuel Chapter. Dalam pengujian untuk menentukan spesifikasi bahan bakar, salah satu parameter penting yang harus diukur adalah fuel injector cleanliness sesuai dengan standar ASTM D5598, yaitu dengan mengukur flow loss pada injektor.
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan sebuah alat injector testing rig yang dapat mengukur laju aliran pada injektor dan memeriksa kualitas semprotan. Laju aliran yang terukur dan kualitas semprotan dianalisa dan dibandingkan dengan standar ASTM D5598.
Pelaksanaan tugas akhir ini meliputi pembuatan injector testing rig dan menguji kemampuan alat tersebut untuk mengukur laju aliran dan memeriksa kualitas semprotan pada injektor. Penyempurnaan alat yang dibuat membutuhkan penelitian lebih lanjut setelah dilakukan pengujian pada alat.
Pengujian dilakukan sebanyak dua kali untuk mengetahui kemampuan alat untuk mengukur laju aliran, mengetahui repeatability pengiriman sinyal dari PLC (Programmable Logic Control) menuju injektor, memeriksa sistem aliran fluida yang digunakan untuk menguji injektor dan memeriksa kualitas semprotan pada injektor. Pengujian pertama menggunakan 4 buah injektor kijang EFI 1800 cc dan pengujian kedua menggunakan 4 buah injektor Honda CRV 2000 cc. Pada saat pengujian, tekanan aliran bahan bakar dijaga tetap sebesar 375 kPa dan laju aliran dihitung dalam volume per waktu (cc/s).
Pengujian pertama mendapatkan rentang laju aliran tertinggi sebesar 3,74% pada injektor 4 dan deviasi laju aliran rata-rata sebesar 2,14%. Pengujian kedua mendapatkan rentang laju aliran tertinggi sebesar 6,35% pada injektor 4 dan deviasi laju aliran rata-rata sebesar 86,35%. Deviasi laju aliran rata-rata maksimum 3% dan rentang laju aliran maksimum 1% berdasarkan standar ASTM D5598. Kualitas semprotan injektor dapat diperiksa secara visual dan direkam dengan baik.
Injector testing rig dapat berfungsi dengan baik dan tidak ada kerusakan pada alat selama pengujian berlangsung serta mampu mendeteksi kerusakan pada injektor dengan menghitung rentang laju aliran setiap injektor dengan batasan maksimum 1% dan deviasi laju aliran rata-rata dengan batasan maksimum 3% sesuai dengan ASTM D5598.
sumber : digilib.itb.ac.id
Oleh : SATYA ADI PRADANA (NIM 13102041), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007
Penggunaan sistem penyemprotan bahan bakar dalam memenuhi Standar Emisi Euro 2 menuntut bahan bakar yang memenuhi spesifikasi Kategori 2 World Wide Fuel Chapter. Dalam pengujian untuk menentukan spesifikasi bahan bakar, salah satu parameter penting yang harus diukur adalah fuel injector cleanliness sesuai dengan standar ASTM D5598, yaitu dengan mengukur flow loss pada injektor.
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan sebuah alat injector testing rig yang dapat mengukur laju aliran pada injektor dan memeriksa kualitas semprotan. Laju aliran yang terukur dan kualitas semprotan dianalisa dan dibandingkan dengan standar ASTM D5598.
Pelaksanaan tugas akhir ini meliputi pembuatan injector testing rig dan menguji kemampuan alat tersebut untuk mengukur laju aliran dan memeriksa kualitas semprotan pada injektor. Penyempurnaan alat yang dibuat membutuhkan penelitian lebih lanjut setelah dilakukan pengujian pada alat.
Pengujian dilakukan sebanyak dua kali untuk mengetahui kemampuan alat untuk mengukur laju aliran, mengetahui repeatability pengiriman sinyal dari PLC (Programmable Logic Control) menuju injektor, memeriksa sistem aliran fluida yang digunakan untuk menguji injektor dan memeriksa kualitas semprotan pada injektor. Pengujian pertama menggunakan 4 buah injektor kijang EFI 1800 cc dan pengujian kedua menggunakan 4 buah injektor Honda CRV 2000 cc. Pada saat pengujian, tekanan aliran bahan bakar dijaga tetap sebesar 375 kPa dan laju aliran dihitung dalam volume per waktu (cc/s).
Pengujian pertama mendapatkan rentang laju aliran tertinggi sebesar 3,74% pada injektor 4 dan deviasi laju aliran rata-rata sebesar 2,14%. Pengujian kedua mendapatkan rentang laju aliran tertinggi sebesar 6,35% pada injektor 4 dan deviasi laju aliran rata-rata sebesar 86,35%. Deviasi laju aliran rata-rata maksimum 3% dan rentang laju aliran maksimum 1% berdasarkan standar ASTM D5598. Kualitas semprotan injektor dapat diperiksa secara visual dan direkam dengan baik.
Injector testing rig dapat berfungsi dengan baik dan tidak ada kerusakan pada alat selama pengujian berlangsung serta mampu mendeteksi kerusakan pada injektor dengan menghitung rentang laju aliran setiap injektor dengan batasan maksimum 1% dan deviasi laju aliran rata-rata dengan batasan maksimum 3% sesuai dengan ASTM D5598.
sumber : digilib.itb.ac.id
PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT BANTU INSPEKSI MUFFLER EXHAUST BENDING PIPE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-10 09:56:04
Oleh : YOMI SIMASAKTI SURYA ADI (NIM 13103146), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007
Bending pipe inspection jig muffler exhaust adalah salah satu alat yang dibutuhkan oleh PT. XYZ pada bagian produksi untuk menghasilkan salah satu komponen dari knalpot. Fungsinya sebagai alat bantu pengecekan dimensi exhaust pipe.
Seiring dengan peningkatan kualitas PT. XYZ untuk sepeda motor, maka kualitas knalpot hasil produksi PT. XYZ juga harus semakin ditingkatkan. Oleh karena itu PT. XYZ sebagai vendor barang tersebut selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan produksinya.
Peningkatan teknologi merupakan salah satu solusi yang saat ini dilakukan oleh PT. XYZ untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan produksi knalpot. Penggunaan muffler exhaust bending pipe inspection jig sebagai alat bantu pengecekan adalah usaha yang dilakukan oleh PT. XYZ.
Dalam penelitian ini, dibahas tentang bagaimana mendesain dan membuat muffler exhaust bending pipe inspection jig sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi geometri yang diinginkan.
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam desain muffler exhaust bending pipe inspection jig adalah toleransi dan penggunaan mesin saat pembuatan. Apabila toleransi dan penggunaan mesin yang digunakan tidak tepat maka produk yang dihasilkan tidak akan sesuai dengan spesifikasi geometri yang ditetapkan. Pengujian juga dilakukan untuk mengetahui fungsi muffler exhaust bending pipe inspection jig yang dibuat.
sumber : digilib.itb.ac.id
Oleh : YOMI SIMASAKTI SURYA ADI (NIM 13103146), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007
Bending pipe inspection jig muffler exhaust adalah salah satu alat yang dibutuhkan oleh PT. XYZ pada bagian produksi untuk menghasilkan salah satu komponen dari knalpot. Fungsinya sebagai alat bantu pengecekan dimensi exhaust pipe.
Seiring dengan peningkatan kualitas PT. XYZ untuk sepeda motor, maka kualitas knalpot hasil produksi PT. XYZ juga harus semakin ditingkatkan. Oleh karena itu PT. XYZ sebagai vendor barang tersebut selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan produksinya.
Peningkatan teknologi merupakan salah satu solusi yang saat ini dilakukan oleh PT. XYZ untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan produksi knalpot. Penggunaan muffler exhaust bending pipe inspection jig sebagai alat bantu pengecekan adalah usaha yang dilakukan oleh PT. XYZ.
Dalam penelitian ini, dibahas tentang bagaimana mendesain dan membuat muffler exhaust bending pipe inspection jig sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi geometri yang diinginkan.
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam desain muffler exhaust bending pipe inspection jig adalah toleransi dan penggunaan mesin saat pembuatan. Apabila toleransi dan penggunaan mesin yang digunakan tidak tepat maka produk yang dihasilkan tidak akan sesuai dengan spesifikasi geometri yang ditetapkan. Pengujian juga dilakukan untuk mengetahui fungsi muffler exhaust bending pipe inspection jig yang dibuat.
sumber : digilib.itb.ac.id
PEMODELAN ELEMEN HINGGA KOPLING DIAFRAGMA BERKONTUR TUNGGAL
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-11 14:33:22
Oleh : MUHAMMAD KHAIRUL MUTTAQIN (NIM 13103045), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007
Kopling diafrgama merupakan jenis koping metal fleksibel yang banyak digunakan terutama pada aplikasi mesin-mesin kritis dan mesin-mesin dengan kecepatan putar tinggi. Kopling ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan kopling kaku (rigid coupling) maupun jenis kopling fleksibel lain, terutama karena kemampuaannya dalam mengkompensasi pengaruh misalignment dan pergerakan aksial.
Akan tetapi, informasi detail tentang karakteristik kopling jenis ini sering tidak disediakan oleh pihak pabrik pembuat. Padahal, informasi ini sangat penting untuk menentukan perilaku dinamik sistem poros-rotor saat dioperasikan.
Penelitian tugas sarjana ini bertujuan untuk menyelidiki beberapa karakteristik kopling diafragma berkontur tunggal dengan metoda elemen hingga. Karakteristik yang akan diselidiki antara lain kekakuan aksial sebagai fungsi dari simpangan aksial, kekauan bending sebagai fungsi dari simpangan lateral, serta reaksi tumpuan poros (bantalan) sebagai fungsi dari besar misalignment paralel dan misalignment sudut.
Pemodelan pada penelitian ini melibatkan pemodelan di daerah plastis dengan menggunakan analisis statik tak linier Nastran 4.5.
Penelitian seperti ini belum pernah dilakukan di Laboratorium Dinamika Pusat Iimu Rekayasa ITB sehingga sulit untuk meyakinkan kebenaran akan hasil yang diperoleh. Karena itu, sebelum pemodelan kopling diafragma berkontur dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan pengujian untuk membuktikan kebenaran hasil pemodelan. Akan tetapi, karena kopling diafragma yang akan diselidiki tidak tersedia maka pengujian hanya dilakukan pada suatu objek uji sederhana.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kekakuan kopling diafragma berkontur naik seiring dengan kenaikan simpangan hingga tegangan pada kopling mencapai tegangan luluh, setelah mencapai tegangan luluh kekakuan kopling akan turun sampai akhirnya konstan jika tegangan yang terjadi jauh melewati tegangan luluh.
Laju kenaikan reaksi tumpuan poros semakin cepat seiring dengan bertambahnya misalignment, baik misalignment paralel maupun misalignment sudut.
sumber : digilib.itb.ac.id
Oleh : MUHAMMAD KHAIRUL MUTTAQIN (NIM 13103045), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007
Kopling diafrgama merupakan jenis koping metal fleksibel yang banyak digunakan terutama pada aplikasi mesin-mesin kritis dan mesin-mesin dengan kecepatan putar tinggi. Kopling ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan kopling kaku (rigid coupling) maupun jenis kopling fleksibel lain, terutama karena kemampuaannya dalam mengkompensasi pengaruh misalignment dan pergerakan aksial.
Akan tetapi, informasi detail tentang karakteristik kopling jenis ini sering tidak disediakan oleh pihak pabrik pembuat. Padahal, informasi ini sangat penting untuk menentukan perilaku dinamik sistem poros-rotor saat dioperasikan.
Penelitian tugas sarjana ini bertujuan untuk menyelidiki beberapa karakteristik kopling diafragma berkontur tunggal dengan metoda elemen hingga. Karakteristik yang akan diselidiki antara lain kekakuan aksial sebagai fungsi dari simpangan aksial, kekauan bending sebagai fungsi dari simpangan lateral, serta reaksi tumpuan poros (bantalan) sebagai fungsi dari besar misalignment paralel dan misalignment sudut.
Pemodelan pada penelitian ini melibatkan pemodelan di daerah plastis dengan menggunakan analisis statik tak linier Nastran 4.5.
Penelitian seperti ini belum pernah dilakukan di Laboratorium Dinamika Pusat Iimu Rekayasa ITB sehingga sulit untuk meyakinkan kebenaran akan hasil yang diperoleh. Karena itu, sebelum pemodelan kopling diafragma berkontur dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan pengujian untuk membuktikan kebenaran hasil pemodelan. Akan tetapi, karena kopling diafragma yang akan diselidiki tidak tersedia maka pengujian hanya dilakukan pada suatu objek uji sederhana.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kekakuan kopling diafragma berkontur naik seiring dengan kenaikan simpangan hingga tegangan pada kopling mencapai tegangan luluh, setelah mencapai tegangan luluh kekakuan kopling akan turun sampai akhirnya konstan jika tegangan yang terjadi jauh melewati tegangan luluh.
Laju kenaikan reaksi tumpuan poros semakin cepat seiring dengan bertambahnya misalignment, baik misalignment paralel maupun misalignment sudut.
sumber : digilib.itb.ac.id
PENGUJIAN SISTEM GEARBOX PADDEL WHEEL AERATOR
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-12 20:38:56
Oleh : OKTI NANTO FREDI FRIANTORO (NIM 13102137), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007
Pemakaian Paddel Wheel Aerator sebagai penyuplai oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) dalam tambak udang menjadi perhatian khusus, terutama karena besarnya biaya operasionalnya yang harus diatasi. Dari pos biaya energi listrik, tercatat 80% adalah untuk aerasi, 10% untuk pompa listrik, dan sisanya 10% digunakan untuk energi pemprosesan (pembuatan es ketika fasa panen dan pembekuan setelah panen). Optimasi gear reducer dari paddel wheel aerator yang menjadi topik dalam tugas akhir ini merupakan salah satu usaha penghematan energi dalam budidaya udang.
Agar diperoleh hasil yang lebih baik, maka langkah optimasi dalam tugas akhir ini dibatasi sampai dengan pengujian terhadap gear reducer jenis roda gigi miring (helical) hasil rancang ulang, dibandingkan dengan gear reducer jenis roda gigi cacing (worm) yang sudah ada di pasaran.
Dengan prosedur pengujian yang mengacu pada prinsip pengujian paddel wheel aerator di lapangan (air tambak), hasil pengujian memperlihatkan bahwa gear reducer hasil rancang ulang lebih efisien dan lebih hemat listrik hingga 78% dari dengan gear reducer standar.
Efisiensi gear reducer hasil rancang ulang lebih tinggi dibanding efisiensi gear reducer standar, dengan perbandingan efisiensi yang dicapai antara gear reducer hasil rancang ulang dengan gear reducer standar pada kondisi operasi (lengan torsi 35 cm) sebesar 35% : 27.44%, sementara untuk kondisi pembebanan maksimum (lengan torsi 55 cm) perbandingan efisiensi yang bisa dicapai sebesar 70% : 56%. Dengan hasil tersebut maka penghematan konsumsi daya listrik yang terpakai oleh gear reducer hasil rancang ulang mencapai 78% dari gear reducer standa
sumber : digilib.itb.ac.id
Oleh : OKTI NANTO FREDI FRIANTORO (NIM 13102137), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007
Pemakaian Paddel Wheel Aerator sebagai penyuplai oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) dalam tambak udang menjadi perhatian khusus, terutama karena besarnya biaya operasionalnya yang harus diatasi. Dari pos biaya energi listrik, tercatat 80% adalah untuk aerasi, 10% untuk pompa listrik, dan sisanya 10% digunakan untuk energi pemprosesan (pembuatan es ketika fasa panen dan pembekuan setelah panen). Optimasi gear reducer dari paddel wheel aerator yang menjadi topik dalam tugas akhir ini merupakan salah satu usaha penghematan energi dalam budidaya udang.
Agar diperoleh hasil yang lebih baik, maka langkah optimasi dalam tugas akhir ini dibatasi sampai dengan pengujian terhadap gear reducer jenis roda gigi miring (helical) hasil rancang ulang, dibandingkan dengan gear reducer jenis roda gigi cacing (worm) yang sudah ada di pasaran.
Dengan prosedur pengujian yang mengacu pada prinsip pengujian paddel wheel aerator di lapangan (air tambak), hasil pengujian memperlihatkan bahwa gear reducer hasil rancang ulang lebih efisien dan lebih hemat listrik hingga 78% dari dengan gear reducer standar.
Efisiensi gear reducer hasil rancang ulang lebih tinggi dibanding efisiensi gear reducer standar, dengan perbandingan efisiensi yang dicapai antara gear reducer hasil rancang ulang dengan gear reducer standar pada kondisi operasi (lengan torsi 35 cm) sebesar 35% : 27.44%, sementara untuk kondisi pembebanan maksimum (lengan torsi 55 cm) perbandingan efisiensi yang bisa dicapai sebesar 70% : 56%. Dengan hasil tersebut maka penghematan konsumsi daya listrik yang terpakai oleh gear reducer hasil rancang ulang mencapai 78% dari gear reducer standa
sumber : digilib.itb.ac.id
PERANCANGAN SISTEM KATUP PUTAR UNTUK MOTOR BAKAR TORAK
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-12 20:47:02
Oleh : EDWARD WAWOLUMAYA (NIM 13102136), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007
Motor bakar torak sudah digunakan selama lebih dari satu abad dan sampai saat ini masih mendominasi kebutuhan komersial. Topik perancangan sistem katup dipilih karena katup adalah salah satu komponen penting dalam motor bakar torak. Penyempurnaan desain katup dapat meningkatkan efisiensi motor bakar torak. Katup digerakkan oleh mekanisme yang umumnya diberi nama poros kam. Desain mekanisme katup dengan sistem yang tidak menggunakan poros kam merupakan alternatif untuk mendapatkan efisiensi yang lebih tinggi.
Pembuatan desain mekanisme katup dilakukan dengan cara mempelajari desain katup yang sudah ada, membuat desain katup baru secara manual maupun menggunakan komputer. Desain di komputer dibuat dengan menggunakan program Solidworks ®. Desain yang dihasilkan adalah desain berupa gambar tiga dimensi komponen yang dirancang, perakitan komponen, dan gambar teknik yang lengkap dengan ukuran dimensinya. Kemudian, dilakukan analisis komponen, analisis pelumasan, dan pembuatan model sebatas mekanisme kerja.
Model dibuat dengan menggunakan bahan yang tembus pandang agar mudah dilihat cara kerjanya. Hasilnya adalah mekanisme bukaan katup yang lebih simpel dan memungkinkan untuk memiliki kerugian mekanik dan gesekan yang kecil.
Perancangan mekanisme katup sistem mekanik ini memungkinkan untuk dikembangkan dan diteliti lebih lanjut. Pengembangan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, memudahkan perawatan, dan menurunkan biaya produksi.
sumber : digilib.itb.ac.id
Oleh : EDWARD WAWOLUMAYA (NIM 13102136), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007
Motor bakar torak sudah digunakan selama lebih dari satu abad dan sampai saat ini masih mendominasi kebutuhan komersial. Topik perancangan sistem katup dipilih karena katup adalah salah satu komponen penting dalam motor bakar torak. Penyempurnaan desain katup dapat meningkatkan efisiensi motor bakar torak. Katup digerakkan oleh mekanisme yang umumnya diberi nama poros kam. Desain mekanisme katup dengan sistem yang tidak menggunakan poros kam merupakan alternatif untuk mendapatkan efisiensi yang lebih tinggi.
Pembuatan desain mekanisme katup dilakukan dengan cara mempelajari desain katup yang sudah ada, membuat desain katup baru secara manual maupun menggunakan komputer. Desain di komputer dibuat dengan menggunakan program Solidworks ®. Desain yang dihasilkan adalah desain berupa gambar tiga dimensi komponen yang dirancang, perakitan komponen, dan gambar teknik yang lengkap dengan ukuran dimensinya. Kemudian, dilakukan analisis komponen, analisis pelumasan, dan pembuatan model sebatas mekanisme kerja.
Model dibuat dengan menggunakan bahan yang tembus pandang agar mudah dilihat cara kerjanya. Hasilnya adalah mekanisme bukaan katup yang lebih simpel dan memungkinkan untuk memiliki kerugian mekanik dan gesekan yang kecil.
Perancangan mekanisme katup sistem mekanik ini memungkinkan untuk dikembangkan dan diteliti lebih lanjut. Pengembangan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, memudahkan perawatan, dan menurunkan biaya produksi.
sumber : digilib.itb.ac.id
Langganan:
Komentar (Atom)
