Selasa, 11 November 2014

Frasa Frasa Baru


  • stoikiometri
  • signifikan
  • Analisis
  • komposit
  • Flowabilitas
  • Kerosene
  • Nilai viskositas
  • Prototype
  • Pipe line
  • Probability of failure
  • konfigurasi
  • koefisien
  • weld nugget
  • Probabilistik
  • Geohazard
  • gas porpulasi
  • fixture
  • Metalugri

PEMBUATAN DAN PENGUJIAN INJECTOR TESTING RIG

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-04 14:13:08
Oleh : SATYA ADI PRADANA (NIM 13102041), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007


Penggunaan sistem penyemprotan bahan bakar dalam memenuhi Standar Emisi Euro 2 menuntut bahan bakar yang memenuhi spesifikasi Kategori 2 World Wide Fuel Chapter. Dalam pengujian untuk menentukan spesifikasi bahan bakar, salah satu parameter penting yang harus diukur adalah fuel injector cleanliness sesuai dengan standar ASTM D5598, yaitu dengan mengukur flow loss pada injektor.

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan sebuah alat injector testing rig yang dapat mengukur laju aliran pada injektor dan memeriksa kualitas semprotan. Laju aliran yang terukur dan kualitas semprotan dianalisa dan dibandingkan dengan standar ASTM D5598.


Pelaksanaan tugas akhir ini meliputi pembuatan injector testing rig dan menguji kemampuan alat tersebut untuk mengukur laju aliran dan memeriksa kualitas semprotan pada injektor. Penyempurnaan alat yang dibuat membutuhkan penelitian lebih lanjut setelah dilakukan pengujian pada alat.


Pengujian dilakukan sebanyak dua kali untuk mengetahui kemampuan alat untuk mengukur laju aliran, mengetahui repeatability pengiriman sinyal dari PLC (Programmable Logic Control) menuju injektor, memeriksa sistem aliran fluida yang digunakan untuk menguji injektor dan memeriksa kualitas semprotan pada injektor. Pengujian pertama menggunakan 4 buah injektor kijang EFI 1800 cc dan pengujian kedua menggunakan 4 buah injektor Honda CRV 2000 cc. Pada saat pengujian, tekanan aliran bahan bakar dijaga tetap sebesar 375 kPa dan laju aliran dihitung dalam volume per waktu (cc/s).


Pengujian pertama mendapatkan rentang laju aliran tertinggi sebesar 3,74% pada injektor 4 dan deviasi laju aliran rata-rata sebesar 2,14%. Pengujian kedua mendapatkan rentang laju aliran tertinggi sebesar 6,35% pada injektor 4 dan deviasi laju aliran rata-rata sebesar 86,35%. Deviasi laju aliran rata-rata maksimum 3% dan rentang laju aliran maksimum 1% berdasarkan standar ASTM D5598. Kualitas semprotan injektor dapat diperiksa secara visual dan direkam dengan baik.


Injector testing rig dapat berfungsi dengan baik dan tidak ada kerusakan pada alat selama pengujian berlangsung serta mampu mendeteksi kerusakan pada injektor dengan menghitung rentang laju aliran setiap injektor dengan batasan maksimum 1% dan deviasi laju aliran rata-rata dengan batasan maksimum 3% sesuai dengan ASTM D5598.


sumber : digilib.itb.ac.id

PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT BANTU INSPEKSI MUFFLER EXHAUST BENDING PIPE

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-10 09:56:04
Oleh : YOMI SIMASAKTI SURYA ADI (NIM 13103146), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007


Bending pipe inspection jig muffler exhaust adalah salah satu alat yang dibutuhkan oleh PT. XYZ pada bagian produksi untuk menghasilkan salah satu komponen dari knalpot. Fungsinya sebagai alat bantu pengecekan dimensi exhaust pipe.

Seiring dengan peningkatan kualitas PT. XYZ untuk sepeda motor, maka kualitas knalpot hasil produksi PT. XYZ juga harus semakin ditingkatkan. Oleh karena itu PT. XYZ sebagai vendor barang tersebut selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan produksinya.


Peningkatan teknologi merupakan salah satu solusi yang saat ini dilakukan oleh PT. XYZ untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan produksi knalpot. Penggunaan muffler exhaust bending pipe inspection jig sebagai alat bantu pengecekan adalah usaha yang dilakukan oleh PT. XYZ.


Dalam penelitian ini, dibahas tentang bagaimana mendesain dan membuat muffler exhaust bending pipe inspection jig sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi geometri yang diinginkan. 


Faktor-faktor yang berpengaruh dalam desain muffler exhaust bending pipe inspection jig adalah toleransi dan penggunaan mesin saat pembuatan. Apabila toleransi dan penggunaan mesin yang digunakan tidak tepat maka produk yang dihasilkan tidak akan sesuai dengan spesifikasi geometri yang ditetapkan. Pengujian juga dilakukan untuk mengetahui fungsi muffler exhaust bending pipe inspection jig yang dibuat.

sumber : digilib.itb.ac.id

PEMODELAN ELEMEN HINGGA KOPLING DIAFRAGMA BERKONTUR TUNGGAL

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-11 14:33:22
Oleh : MUHAMMAD KHAIRUL MUTTAQIN (NIM 13103045), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007


Kopling diafrgama merupakan jenis koping metal fleksibel yang banyak digunakan terutama pada aplikasi mesin-mesin kritis dan mesin-mesin dengan kecepatan putar tinggi. Kopling ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan kopling kaku (rigid coupling) maupun jenis kopling fleksibel lain, terutama karena kemampuaannya dalam mengkompensasi pengaruh misalignment dan pergerakan aksial. 

Akan tetapi, informasi detail tentang karakteristik kopling jenis ini sering tidak disediakan oleh pihak pabrik pembuat. Padahal, informasi ini sangat penting untuk menentukan perilaku dinamik sistem poros-rotor saat dioperasikan.

Penelitian tugas sarjana ini bertujuan untuk menyelidiki beberapa karakteristik kopling diafragma berkontur tunggal dengan metoda elemen hingga. Karakteristik yang akan diselidiki antara lain kekakuan aksial sebagai fungsi dari simpangan aksial, kekauan bending sebagai fungsi dari simpangan lateral, serta reaksi tumpuan poros (bantalan) sebagai fungsi dari besar misalignment paralel dan misalignment sudut. 


Pemodelan pada penelitian ini melibatkan pemodelan di daerah plastis dengan menggunakan analisis statik tak linier Nastran 4.5. 

Penelitian seperti ini belum pernah dilakukan di Laboratorium Dinamika Pusat Iimu Rekayasa ITB sehingga sulit untuk meyakinkan kebenaran akan hasil yang diperoleh. Karena itu, sebelum pemodelan kopling diafragma berkontur dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan pengujian untuk membuktikan kebenaran hasil pemodelan. Akan tetapi, karena kopling diafragma yang akan diselidiki tidak tersedia maka pengujian hanya dilakukan pada suatu objek uji sederhana.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kekakuan kopling diafragma berkontur naik seiring dengan kenaikan simpangan hingga tegangan pada kopling mencapai tegangan luluh, setelah mencapai tegangan luluh kekakuan kopling akan turun sampai akhirnya konstan jika tegangan yang terjadi jauh melewati tegangan luluh. 


Laju kenaikan reaksi tumpuan poros semakin cepat seiring dengan bertambahnya misalignment, baik misalignment paralel maupun misalignment sudut.

sumber : digilib.itb.ac.id

PENGUJIAN SISTEM GEARBOX PADDEL WHEEL AERATOR

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-12 20:38:56
Oleh : OKTI NANTO FREDI FRIANTORO (NIM 13102137), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007


Pemakaian Paddel Wheel Aerator sebagai penyuplai oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) dalam tambak udang menjadi perhatian khusus, terutama karena besarnya biaya operasionalnya yang harus diatasi. Dari pos biaya energi listrik, tercatat 80% adalah untuk aerasi, 10% untuk pompa listrik, dan sisanya 10% digunakan untuk energi pemprosesan (pembuatan es ketika fasa panen dan pembekuan setelah panen). Optimasi gear reducer dari paddel wheel aerator yang menjadi topik dalam tugas akhir ini merupakan salah satu usaha penghematan energi dalam budidaya udang.

Agar diperoleh hasil yang lebih baik, maka langkah optimasi dalam tugas akhir ini dibatasi sampai dengan pengujian terhadap gear reducer jenis roda gigi miring (helical) hasil rancang ulang, dibandingkan dengan gear reducer jenis roda gigi cacing (worm) yang sudah ada di pasaran.


Dengan prosedur pengujian yang mengacu pada prinsip pengujian paddel wheel aerator di lapangan (air tambak), hasil pengujian memperlihatkan bahwa gear reducer hasil rancang ulang lebih efisien dan lebih hemat listrik hingga 78% dari dengan gear reducer standar.


Efisiensi gear reducer hasil rancang ulang lebih tinggi dibanding efisiensi gear reducer standar, dengan perbandingan efisiensi yang dicapai antara gear reducer hasil rancang ulang dengan gear reducer standar pada kondisi operasi (lengan torsi 35 cm) sebesar 35% : 27.44%, sementara untuk kondisi pembebanan maksimum (lengan torsi 55 cm) perbandingan efisiensi yang bisa dicapai sebesar 70% : 56%. Dengan hasil tersebut maka penghematan konsumsi daya listrik yang terpakai oleh gear reducer hasil rancang ulang mencapai 78% dari gear reducer standa


sumber : digilib.itb.ac.id

PERANCANGAN SISTEM KATUP PUTAR UNTUK MOTOR BAKAR TORAK

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-12 20:47:02
Oleh : EDWARD WAWOLUMAYA (NIM 13102136), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007


Motor bakar torak sudah digunakan selama lebih dari satu abad dan sampai saat ini masih mendominasi kebutuhan komersial. Topik perancangan sistem katup dipilih karena katup adalah salah satu komponen penting dalam motor bakar torak. Penyempurnaan desain katup dapat meningkatkan efisiensi motor bakar torak. Katup digerakkan oleh mekanisme yang umumnya diberi nama poros kam. Desain mekanisme katup dengan sistem yang tidak menggunakan poros kam merupakan alternatif untuk mendapatkan efisiensi yang lebih tinggi.

Pembuatan desain mekanisme katup dilakukan dengan cara mempelajari desain katup yang sudah ada, membuat desain katup baru secara manual maupun menggunakan komputer. Desain di komputer dibuat dengan menggunakan program Solidworks ®. Desain yang dihasilkan adalah desain berupa gambar tiga dimensi komponen yang dirancang, perakitan komponen, dan gambar teknik yang lengkap dengan ukuran dimensinya. Kemudian, dilakukan analisis komponen, analisis pelumasan, dan pembuatan model sebatas mekanisme kerja. 


Model dibuat dengan menggunakan bahan yang tembus pandang agar mudah dilihat cara kerjanya. Hasilnya adalah mekanisme bukaan katup yang lebih simpel dan memungkinkan untuk memiliki kerugian mekanik dan gesekan yang kecil.

Perancangan mekanisme katup sistem mekanik ini memungkinkan untuk dikembangkan dan diteliti lebih lanjut. Pengembangan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, memudahkan perawatan, dan menurunkan biaya produksi.


sumber : digilib.itb.ac.id

PENGARUH SEMPROTAN UDARA SEKUNDER DALAM MENGURANGI KONSENTRASI HIDROKARBON PADA GAS BUANG MOTOR BENSIN

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-24 13:28:31
Oleh : RICKY PRAFITRA IQBAL (NIM 13100084), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007


Emisi hidrokarbon (HC) merupakan salah satu dampak negatif pengoperasian motor bakar torak. Semakin berkembangnya pemanfaatan motor bakar torak dalam berbagai aspek kehidupan manusia berdampak pada meningkatnya jumlah emisi HC yang dihasilkan.

Secara teknis, adanya emisi HC merepresentasikan tidak efisiennya proses pembakaran yang terjadi pada motor bakar torak. Hal tersebut disebabkan oleh tidak terbakarnya sebagian bahan bakar pada reaksi pembakaran. Sejumlah bahan bakar yang tidak terbakar tersebut kemudian akan terbuang dalam bentuk konsentrasi hirokarbon pada gas buang. Akibatnya, untuk sejumlah bahan bakar yang dimasukkan ke motor, besarnya daya poros yang dapat dimanfaatkan menjadi tidak optimal.

Terkait dengan aspek lingkungan dan kesehatan, emisi HC diketahui berdampak buruk pada manusia karena merupakan zat yang bersifat karsinogen (menyebabkan kanker). Oleh sebab itu, Reduksi emisi HC merupakan hal yang penting untuk dilakukan, karena akan memperbaiki karakteristik motor bakar torak, baik pada sisi prestasi, maupun pada sisi interaksinya dengan alam dan manusia.


Salah satu metode yang sudah dikenal luas dalam konteks reduksi emisi HC adalah penginjeksian udara ke dalam saluran buang yang dikenal dengn istilah secondary air injection (SAI), yaitu suatu sistem dimana udara di injeksikan ke dalam gas buang untuk mereaksikan kembali emisi HC menjadi H2O dan CO2. Pada tugas akhir ini, akan diteliti pengaruh penggunaan SAI dalam mereduksi emisi HC pada motor bensin dalam berbagai kondisi pengoperasian. Pada akhirnya, penelitian ini bertujuan untuk mencari jumlah optimal tekanan injeksi SAI yang efektif untuk mereduksi akumulasi emisi HC yang dihasilkan.


Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat diperoleh hasil terbaik dalam menentukan jenis SAI yang sesuai dan besarnya tekana SAI yang diberikan, sehingga besarnya konsentrasi hidrokarbon yang dihasilkan pada berbagai kondisi pengoperasian dapat seminimal mungkin.

sumber : digilib.itb.ac.id

PERBANDINGAN BAHAN BAKAR BENSIN, GASOHOL BESERTA ETANOL KERING PADA MOTOR SEPEDA MOTOR HONDA NF125D

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-23 11:29:50
Oleh : YONAN WAHYU BUDIANTO (NIM 13100042), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007


Etanol merupakan hasil fermentasi karbohidrat yang berasal dari tumbuhan. Bila dipergunakan sebagai bahan bakar yang berasal dari tumbuhan, maka kadar karbondioksida yang dihasilkan dari proses pembakaran maka akan ditanggulangi oleh tumbuhan penghasil bahan bakar itu sendiri.

Dalam penerapannya ke dalam dunia automitif yang selama ini telah bergantung kepada bahan bakar minyak maka diperlukan beberapa penyesuaian. Terutama di sistem saluran bahan bakar. Pada pengujian ini akan dilakukan penyesuaian di daerah karburator. Bahan bakar yang diuji beragam E-00, E-05, E-10, E-85 dan E-100. Karburator mengalami penyesuaian untuk penggunaan E-85 dan E-100.


Performance yang dihasilkan oleh E-85 dan E-100 lebih baik dari pada E-00, E-05 atau E-10. Namun semakin tinggi kadar etanol yang dicampurkan maka BSFC akan semakin besar.


sumber : digilib.itb.ac.id

STUDI AWAL PERANCANGAN MESIN PENGHANCUR PLASTIK

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2013-05-16 14:33:39
Oleh : ADITYA WAHYU (NIM 13100096), S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2007


Di Bandung banyak terdapat usaha pengolahan sampah yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Salah satu jenis sampah yang diolah adalah plastik. Pengolahan sampah plastik memberikan keuntungan ekonomi dan melestarikan lingkungan hidup.
Usaha pengolahan sampah plastik membutuhkan alat pencacah. Bengkel pembuat mesin pencacah belum bisa menentukan hubungan antara kapasitas mesin dengan dimensi dan daya mesin. 

Oleh karena itu tugas akhir ini berusaha untuk mendapatkan hubungan antara kapasitas mesin dengan dimensi dan daya mesin. Selain itu dilakukan juga perancangan awal bentuk ruang pemotongan, mekanisme pemegang pisau dinamis dan penentuan geometri pisau. Dalam melakukan pemodelan gambar tiga dimensi mesin pencacah plastik digunakan perangkat lunak solid work.

sumber : digilib.itb.ac.id

PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN THRUSTER SEBAGAI ALAT PROPULSI KAPAL SELAM TANPA AWAK

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-12 15:42:59
Oleh : NICO PRAYOGO (NIM :13101096); Pembimbing : Dr. Ir. Muljowidodo, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2007


Teknologi wahana perairan telah berkembang secara cepat. Berbagai wahana air telah dikembangkan dari waktu ke waktu. Penggunaannya pun mengalami perkembangan yang pesat. Penggunaannya yang semula terbatas pada alat transportasi pun mulai mengalami variasi seiring dengan meningkatnya 

keingintahuan manusia terhadap perairan dan potensi yang ada di dalamnya. 

Salah satu wahana air yang memiliki tujuan spesifik adalah kapal selam tanpa awak (Autonomous Underwater Vehicle (AUV)). AUV lebih banyak ditujukan untuk kebutuhan penelutian bawah laut atau pemeriksaan infrastruktur bawah air yang sulit untuk dilakukan oleh manusia. 

Thruster adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kapal atau kapal selam. Keberadaan thruster ditujukan menghasilkan gaya dorong untuk menggerakkan dan meningkatkan kemampuan manuver kapal selam. Setiap kapal 

selam yang diproduksi memiliki kebutuhan propulsi yang berbeda, mengingat sangat bervariasinya bentuk, dimensi dan kondisi operasi yang diinginkan. Untuk mencapai efisiensi propulsi yang baik, sistem propulsi sebuah kapal selam 

sebaiknya dirancang integral dengan bentuk kapal selam yang akan digerakkan sehingga idealnya setiap seri kapal selam yang diproduksi memiliki sistem propulsi yang spesifik dan berbeda satu sama lain. 


Pada tugas sarjana ini dilakukan perancangan pada komponen-komponen thruster terutama pada bagian propeller, bearing, serta penggunaan magnet permanen sebagai kopling untuk mengisolasi motor penggerak dari air. Pada thruster hasil perancangan kemudian dilakukan pengujian untuk melihat performanya. 

sumber : digilib.itb.ac.id

PERANCANGAN, PEMBUATAN, DAN PENGUJIAN ALAT UJI BALL JOINT KENDARAAN BERMOTOR BERDASARKAN SAE J193

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-11 14:17:56
Oleh : GUNTUR ROTUA (NIM : 13199024); Pembimbing : Prof. Dr. Indra Nurhadi, S1 - Department of Chemical Engineering
Dibuat : 2006


Dalam tugas sarjana ini dikaji perancangan, pembuatan dan pengujian ”Alat Uji Ball Joint untuk kendaraan bermotor” sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh standar SAE J193, dalam rangka membantu industri komponen kecil dan menengah untuk meningkatkan kualitas produknya. 


Langkah pertama dalam kajian ini, persyaratan yang tertulis dalam SAE J193 diterjemahkan dalam terminologi D R & O (Design Requirement and Objectives), kemudian dikaji berbagai alternatif desain yang memenuhi. Dengan metode Pugh alternatif terbaik dipilih berdasarkan kriteria jumlah komponen, kepraktisan, proses produksi, keluwesan, dan harga. 


Berdasarkan alternatif terbaik yang dipilih, kemudian didesain dan dibuat alat uji yang terdiri atas sistem hidrolik, rig uji, pencekam ball joint, dan load cell. Untuk membaca hasil pengukuran dari load cell dibuat software data akusisi dengan LabView 7.1. 


Dalam pengujian alat uji, secara visual tidak ditemukan tanda-tanda kegagalan pada rig uji dan pencekam ball joint. Pada sistem hidrolik tidak ditemukan kebocoran dan semua komponennya berfungsi dengan baik. Alat uji ini berhasil melakukan pengujian ball joint to socket cam out strenght dan ball stud yield load terhadap ball joint suzuki katana. Hasil pemetaan data pengukuran dari load cell menunjukkan linieritas yang baik dengan true error maksimum = 6,399%.

sumber : digilib.itb.ac.id

PERHITUNGAN PELEPASAN KALOR BERDASARKAN DATA TEKANAN PADA MOTOR BENSIN TOYOTA 7KE 1800CC

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-12 13:21:43
Oleh : SUSANTO ARIF SARDJONO (NIM : 13199085); Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Arief Hariyanto; Prof. Wiranto Arismunandar, MSME, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2006


Dalam desain suatu mesin, kita ingin mengetahui pelepasan kalor berdasarkan data tekanan yang diperoleh dari sensor tekanan. Setelah memiliki data tekanan kita gabungkan dengan variabel lain, maka pelepasan kalor yang terjadi di ruang bakar dapat diperoleh. Tugas akhir ini bertujuan agar dapat membuat analisa data pelepasan kalor dengan variasi pembebanan mesin, sudut penyalaan busi dan putaran mesin. 

Dalam mengerjakan tugas akhir ini penulis menggunakan studi literatur, data pengujian dan dengan bantuan perangkat lunak untuk proses perhitungan dan interpolasi tabel. 

Hasil yang diperoleh dari tugas akhir ini adalah data pelepasan kalor untuk setiap sudut engkol pada tahap pembakaran. Berdasarkan data pengujian yang tersedia, yaitu dengan variasi pembebanan mesin, sudut penyalaan busi dan 

putaran mesin. 

Pada tugas akhir ini dapat disimpulkan dari data pelepasan kalor, bahwa memajukan saat penyalaan busi dapat menaikkan pelepasan kalor hingga batas knocking. Menaikkan putaran mesin putaran juga dapat menyebabkan kenaikan pelepasan kalor sampai suatu titik, lalu penambahan putaran akan menyebabkan penurunan pelepasan kalor. Saran penulis untuk penelitian selanjutnya adalah: agar dapat memperkecil interval pada variasi variabel pengujian agar hasil analisa 

yang diperoleh lebih cermat, dan juga memperbaiki pengolahan data tekanan yaitu metoda curve fitting karena kurang memuaskan. 


sumber : digilib.itb.ac.id

MONITORING KONTINYU KONDISI KESEHATAN MESIN ROTASI

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-12 09:55:45
Oleh : HERMANSYAH (NIM : 13100073); Pembimbing : Dr.Ir. Sangriyadi Setio; Prof. Wiranto Arismunandar, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2005


Monitoring kondisi kesehatan mesin adalah bidang pekerjaan yang semakin penting dalam dunia industri. Metode yang sangat efektif untuk melakukan hal ini adalah analisis getaran. Pada saat ini peralatan yang besar dan mahal dimonitor untuk mendeteksi kerusakan sebelum kegagalan serius terjadi. Karena itu sangatlah penting dan berguna untuk memonitor kondisi peralatan ini selama mesin tersebut dijalankan. 

Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk menghasilkan suatu sistem monitoring kondisi (condition monitoring) yang dikhususkan untuk mesin rotasi. Sistem yang dikembangkan dapat memberikan peringatan dini, mematikan mesin (shutdown), melakukan analisis kerusakan dan menyimpan data getaran yang selanjutnya data ini dapat digunakan untuk berbagai kepentingan di masa datang. Sistem yang dibuat merupakan suatu sistem monitoring kontinyu terhadap kondisi kesehatan suatu mesin rotasi. Perangkat keras yang digunakan adalah komputer pribadi yang dilengkapi dengan perangkat keras kartu akuisisi.


sumber : digilib.itb.ac.id

IDENTIFIKASI KERUSAKAN MOTOR DIESEL BERBASIS DATA GETARAN MENGGUNAKAN LOGIKA SAMAR

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-12 10:03:52
Oleh : FAJRI (NIM : 13100076); Pembimbing : Dr. Ir. Sangriyadi Setio; Prof. Wiranto Arismunandar, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2005


Persaingan yang ketat di dunia industri dewasa ini, memicu perkembangan metode perawatan untuk dapat memenuhi target produksi, menekan biaya operasi dan perawatan. Perawatan prediktif adalah metode yang mampu menjawab tantangan ini. 

Metode perawatan prediktif memungkinkan untuk mendeteksi secara dini gejala kerusakan mesin, sehingga kerusakan yang fatal dapat dihindari. Kegiatan perawatan pun dapat direncanakan dan dipersiapkan dengan lebih baik. Perawatan prediktif menggunakan data getaran merupakan cara yang efektif dalam menentukan kondisi mesin. Menggunakan bantuan perangkat lunak, analisis data getaran ini dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Dalam hal ini, logika samar dapat diaplikasikan untuk mengidentifikasi kondisi mesin berdasarkan data getaran. 

Data getaran pada berbagai kondisi yang diperoleh melalui pengujian, dilatihkan untuk membentuk suatu sistem pengenalan pola kerusakan menggunakan logika samar. Serangkaian pengujian yang dilakukan menunjukkan sistem ini mampu dalam mengidentifikasi kondisi mesin dengan baik, dengan menguji coba sistem pengenalan pola tersebut menggunakan data getaran yang telah ditambahkan noise.


sumber : digilib.itb.ac.id

Senin, 03 November 2014

Mengenal Sub Menu insert di ms word dan berbagai tools didalamnya serta cara menggunakannya

Langkah pertama : klik sub menu insert, lalu ada berbagai tools yang dapat anda gunakan yuk kita bahas satu per satunya
1. Cover page : untuk membuat sebuah cover sebuah buku atau yang lainnya
2. Blank page : memuat lembar kerja baru
3. Page break : untuk membuat batas akhir sebuah lembar kerja
4. Table : untuk membuat sebuah tabel
5. Picture : untuk menambahkan sebuah gambar
6. Clip art : untuk menambahkan sebuah gambar kecil yang bisa bergerak
7. Shape : untuk membuat sebuah bentuk garis dll
8. Smart art : untuk membuat sebuah diagram
9. Chart :untuk membuat sebuah grafik
10. Hyperlink : untuk membuat sebuah pintasan seperti layaknya link
11. Bookmark : untuk menyimpan sebuah halaman
12. Header : untuk membuat sebuah kop surat dll
13. Header : untuk mengedit bagian bawah lembar kerja

sebenernya, masih banyak sih tools yang lainnya, tapi disini saya hanya akan menjelaskan beberapa tools yang biasanya sering digunakan.

1.   Cover page
Klik insert - lalu klik cover page – dan pilih sesuai yang anda inginkan
Dan bisa juga anda membuat cover page dengan cara seperti ini
Ketik sebuah teks/gambar yang anda inginkan ( contoh ) – dan blok teks/ gambarnya – lalu klik cover page – klik save selection to cover page gallery – dan ketik namanya sesuai keinginan anda – ok

2. Blank page
Klik blank page – lalu akan muncul sebuah lembar kerja baru

3. Page break
Klik page break – lalu akan secara otomatis beralih kelembar kerja berikutnya



4. Table
Klik table – lalu sesuaikan table yang anda inginkan – lalu klik

5. Picture
Klik picture – lalu pilih gambar sesuai keinginan anda – klik insert

6. Clipt art
Klik clipt art – klik gambar yang ingin ditambahkan

7. Shapes
Klik shape – klik sesuai keinginan anda

8. Smart Art dan Chart
Cara untuk menggunakan tools ini sama saja seperti yang lainnya, kalian tinggal pilih insert -- Pilih Chart atau Smart Art -- pilih yang anda inginkan lalu OK

9. . Hyperlink
Klik hyperlink – ketik sebuah teks yang ingin menjadi keywordnya – blok teksnya – klik hyperlink – tentukan nama hyperlink dan file yg ingin di tuju – oke
Dan anda bisa langsung membukanya dengan cara tekan ctrl + klik

10. Bookmark
Klik bookmark – ketik nama bookmark – blok teksnya – beri nama judulnya ( INGAT NAMANYA TIDAK BOLEH PANJANG ! ) – klik add
Jika anda ingin langsung membukanya klik go to

11. Header
Klik header – lalu pilih sesuai keinginan anda – anda bisa edit sesuai kemauan anda – oke

12. Footer
Klik footer – pilih tipe sesuai keinginan anda – lalu klik – anda bisa ketik sesuai keinginan anda – ok



Nah setelah sudah kita bahas semua dari penjabaran tools di atas yuk kita aplikasikan untuk membuat sebuah laporan.

1. Membuat cover page
Klik – cover page – lalu klik cover page yg telah anda buat sebelumnya ( agar lebih cepat ) – lalu klik

2. Klik page break – klik page blank secukupnya/sesuai yg anda inginkan - klik header – dan pilih tipenya – lalu klik – setelah muncul, edit sesuai kemauan anda ( contoh )
3. Nah sekarang bagaimana caranya nih agar kita membuat header dan footernya berada di letak yg berbeda, yuk kita simak
- Untuk membuktika benar atau tidak coba buka beberapa halaman terlebih dahulu - klik header – pilih sesuai keinginan anda – lalu klik – setelah muncul seperti ini lalu centang different odd dan even pagenya – lalu pada halaman genap akan hilang
- Lalu buat header secara manual dengan cara yang sama tapi dengan tipe header yang berlawanan – lalu ketik teks header halaman ke 2 dengan nama halaman kiri ( Rata kanan ) dan pada halaman ke 3 dengan nama halaman kanan ( rata kiri )
- Lalu sekarang membuat nomer halaman dengan cara klik footer – pilih sesuai yg anda inginkan – ok – lalu klik page number – dan klik format page number untuk mengatur nomer halaman agar dibagian cover page tidak ada nomer halamannya – centang start art – ketik angka 0 - ok

- Lalu klik ke bagian bawah halaman – klik page number – pilih bottom of page dan pilih sesuai keinginan anda ( kalau saya posisinya yang sebelah kiri ) – ketik angka 1 – ok

- Lalu klik ke bagian bawah halaman – klik page number – pilih bottom of page dan pilih sesuai keinginan anda ( kalau saya posisinya yang sebelah kanan ) – ketik angka 2 – ok

- Dan jika anda ingin membuat lembar kerja baru tapi tanpa mengedit manual anda hanya tinggal klik blank page, maka dihalaman yang selanjutnya akan secara otomatis sama dengan apa yg kita edit