Senin, 29 September 2014

PENGARUH KECEPATAN PENGELASAN, PUTARAN TOOL, DAN BENTUK TOOL TERHADAP PENGELASAN FRICTION STIR WELDING (FSW) DENGAN MENGGUNAKAN MESIN FRAIS

Penyambungan material tanpa menggunakan filler metal dengan menggunakan Friction Stir Welding sudah sering dilakukan. Metode las Friction Stir Welding pada umumnya menerapkan prinsip gesekan panas yang dihasilkan oleh putaran tool. Mesin frais yang digunakan untuk proses Friction Stir Welding ini hanya memodifikasi bentuk tool yang ada di mesin frais menjadi bentuk tool yang biasa digunakan pada mesin Friction Stir Welding pada umumnya.

Modifikasi bentuk tool yang dilakukan yaitu dengan membuat tiga bentuk tool yang berbeda antara lain silinder, tirus, dan taper dengan kecepatan pengelasan 60 mm/menit dan 110 mm/menit, serta putaran tool 958 rpm dan 1541 rpm. Berdasarkan hasil pengujian kekuatan tarik, travel speed dan rotation speed yang rendah akan meningkatkan kekuatan tarik. Hal ini terlihat pada tool silinder pada spesimen 11 dengan variabel travel speed 115 mm/menit, dan rotation speed 958 rpm. Tinggi panas yang dihasilkan akan memperbaiki struktur butir yang terbentuk pada daerah lasan.

Dari hasil pengujian kekerasan, pengaruh panas yang dihasilkan menurunkan nilai ketangguhan yang menyebabkan turunnya nilai kekerasan. Sedangkan pengaruh panas yang disertai dengan tekanan yang dihasilkan tool, akan menaikkan kekerasan. Dari pengujian struktur mikro, pengaruh panas pada daerah HAZ menyebabkan butiran menjadi besar. Sedangkan di daerah weld nugget pengaruh panas yang disertai dengan tekanan yang dihasilkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar